Judul: ½ Karyawan ½ Bos. 33 Jurus Sukses Berbisnis Kala Masih Bekerja
Penulis: Supardi Lee & Noval Ramsis
Halaman: xx + 200
Penerbit: Tangga Pustaka

Buku ini memberikan pandangan bahwa berwiraswasta tak hanya cukup dengan keinginan. Namun lebih dari itu seseorang harus segera mengambil keputusan dan mewujudkannya. Berangkat dari kegelisahan yang menggelitik, membuat penulis mencari-cari peluang untuk berdiri di kaki sendiri dengan berbisnis. Pada awalnya memang masih ½ sebagai karyawan dan ½ sebagai bos sebuah bisnis. Namun ketika waktu berlalu dan bisnis semakin berkembang, pilihan jatuh untuk membesarkan bisnis sendiri dan mengandalkan sepenuhnya pada bisnis itu.

Yang menjadi pertanyaan, mampukah saya seperti itu? Jika Anda membaca buku ini pertanyaan tersebut habis terjawab sudah! Buku ini mendorong kita agar fokus dengan pilihan bisnis yang sudah kita ambil. Tentunya harus menyadari situasi dan kondisi lingkungan dimana bisnis kita akan dikembangkan. Meskipun buku ini menuliskan judul ‘½ ‘ tapi tidak pernah ada kata setengah dalam menjalankan bisnis, semuanya harus dilakukan sepenuh hati alias 100%. Jika sudah mengambil satu bisnis jangan beralih ke bisnis lainnya dalam waktu singkat. Buku ini mengingatkan bahwa konsistensi sangatlah penting, jangan tergoda dengan bisnis lainnya yang belum sepenuhnya dapat pula kita kuasai.

Keyakinan dan keteguhan hati adalah kekuatan yang tidak ada taranya. Jika dalam langkah pertama menemukan kegagalan, bukan berarti harus gulung tikar. Namun masih ada langkah berikutnya yang dapat mengantarkan pada kesuksesan karena sudah memiliki pengetahuan dari kegagalan awal. Termasuk pula berbagai ketakutan-ketakutan yang dapat menahan langkah untuk bergerak maju. Buku ini memberikan dorongan untuk mengenyampingkan ketakutan-ketakutan itu.

Kisah Waryono yang tertulis dalam buku ini, membuka gambaran bahwa seorang karyawan yang hanya berpredikat sebagai office boy bisa menghasilkan pemasukan Rp.25 juta dari bisnisnya sendiri. Ia mengawalinya dengan membuka toko kecil hanya dengan modal Rp.500 ribu, yang berhasil ia tingkatkan dengan membuka warung pecel lele pertama lalu yang kedua. Disambung dengan toko tanaman hias, lalu membeli sawah dan traktor. Tentunya mereka membuat berbagai strategi agar bisnisnya bisa berjalan dengan baik. Pertama tetap menjalankan fungsi utamanya dalam kesibukan rutinitas, kemudian mengelola bisnisnya pada waktu-waktu di luar rutinitas utamanya dan memberikan kepercayaan dan tanggung jawab pada orang lain, di samping terus mengawasinya.

Supardi Lee dan Noval Ramsis juga mengingatkan dalam bukunya bahwa perlunya untuk mengekang emosional. Berbisnis bukanlah berspekulasi yang mengarah pada karakter untung-untungan yang sama dengan perjudian. Digambarkan betapa perlunya perencanaan bisnis yang matang untuk terus mendorong bisnis ini terus ke atas. Yang terpenting yang ditangkap dalam buku ini adalah mengelola ‘modal aman emosional’, yakni modal yang dipakai untuk memulai dan menjalankan bisnis yang diambil. Yang digarisbawahi dalam buku ini adalah semangat untuk membangun bisnis sendiri betapapun terasa beratnya. Rugi? Tidak menjadi masalah! Yang menjadi masalah adalah tak mau lagi berbisnis! Padahal masih banyak celah yang dapat kita manfaatkan. Jadi tetaplah fokus dan konsisten.

Share this article

Bisnis Indeks

Solusi seputar, Profit dan loss, Mental trading, Strategi marketing, Kepemimpinan, Pembentukan team, Planing, Presentasi, Motivasi dan Transparansi bisnis . http://www.bisnisindeks.com

2 comments on “½ + ½ = 1 Semangat

  1. Pingback: Inspirasi Motivasi Islam Pencerahan Hati Hikmah Pelatihan Bisnis Peluang Usaha Islamic Indonesia

  2. Pingback: Buku BestSeller: Jurus Sukses Berbisnis Kala Masih Bekerja | novalramsis.com Konsultan Optimasi Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>