<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bisnis Indeks</title>
	<atom:link href="http://www.bisnisindeks.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bisnisindeks.com</link>
	<description>Solusi seputar Profit dan Loss, Mental Trading, Strategi Marketing, Kepemimpinan, Pembentukan Team, Planning, Presentasi, Motivasi dan Transparansi Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 02:22:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Pre-Order buku S.O.S. BISNIS</title>
		<link>http://www.bisnisindeks.com/pre-order-buku-s-o-s-bisnis/</link>
		<comments>http://www.bisnisindeks.com/pre-order-buku-s-o-s-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 18:52:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bisnis Indeks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Slideshow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bisnisindeks.com/?p=2343</guid>
		<description><![CDATA[Salam Bisnis! Ayo menjadi yang pertama untuk mendapatkan buku perdana bisnisindeks: S.O.S. BISNIS [Strategi Orang Sukses Bisnis] Buku bertema bisnis dengan tebal sekitar 300 halaman, Harga Rp.59.000,- Diskon 10% selama masa Pre-Order (10 Mei &#8211; 1 Juni 2012), menjadi Rp.53.100,- &#8230; <a href="http://www.bisnisindeks.com/pre-order-buku-s-o-s-bisnis/">Full Article</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/05/sliderpromobuku.jpg"><img src="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/05/sliderpromobuku.jpg" alt="" title="sliderpromobuku" width="708" height="304" class="alignnone size-full wp-image-2351" /></a><br />
Salam Bisnis!<br />
Ayo menjadi yang pertama untuk mendapatkan buku perdana bisnisindeks: S.O.S. BISNIS [Strategi Orang Sukses Bisnis]<br />
Buku bertema bisnis dengan tebal sekitar 300 halaman, Harga Rp.59.000,-<br />
Diskon 10% selama masa Pre-Order (10 Mei &#8211; 1 Juni 2012), menjadi Rp.53.100,-<br />
Harga buku belum termasuk ongkos kirim.</p>
<p>Dapatkan kesempatan mengikuti undian untuk memenangkan hadiah iPad, Smart Phones, Modem, T-Shirt exclusive Bisnis Indeks, Undangan Seminar dan ratusan hadiah menarik lainnya</p>
[contact-form-7]
<p>Terima kasih anda sudah melakukan pemesanan buku S.O.S. Bisnis.<br />
Kunjungi situs www.bisnisindeks.com dan follow twitter @BisnisIndeksID.</p>
<p>Perhatian:<br />
Dikarenakan account twitter @bisnisindeks kami di-hack oleh orang yang tidak bertanggung jawab, follow kembali  bisnisindeks di twitter dengan account baru @BisnisIndeksID dan @BukuSOSBisnis</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bisnisindeks.com/pre-order-buku-s-o-s-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hacker Menguji Kedewasaan BisnisIndeks</title>
		<link>http://www.bisnisindeks.com/hacker-menguji-kedewasaan-bisnisindeks/</link>
		<comments>http://www.bisnisindeks.com/hacker-menguji-kedewasaan-bisnisindeks/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 03:13:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Ramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bisnisindeks.com/?p=2322</guid>
		<description><![CDATA[Ketika akun @bisnisindeks dibajak oleh orang-orang tak bertanggung-jawab, kami hanya mengelus dada saja. Tadinya kami hendak marah dan meluapkan emosi. Namun itu semua tak ada artinya. Bila kami dikatakan kecewa, jelas kami sangat kecewa. Kami tidak pernah punya niat buruk &#8230; <a href="http://www.bisnisindeks.com/hacker-menguji-kedewasaan-bisnisindeks/">Full Article</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/04/twitter.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2045" title="twitter" src="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/04/twitter.jpg" alt="" width="708" height="340" /></a></p>
<p>Ketika akun @bisnisindeks dibajak oleh orang-orang tak bertanggung-jawab, kami hanya mengelus dada saja. Tadinya kami hendak marah dan meluapkan emosi. Namun itu semua tak ada artinya. Bila kami dikatakan kecewa, jelas kami sangat kecewa. Kami tidak pernah punya niat buruk pada orang lain, entah mengapa ada saja orang yang berbuat seperti ini.</p>
<p>Kemarahan kami yang membuncah dan siap meletus laksana gunung Merapi, berhasil diredam oleh sahabat-sahabat kami. Pertanyaan mereka sangat sederhana dan membuat kami sedikit tersipu. “Untuk apa akun ini dibuat?”. Kami menjawab, “Untuk membantu orang lain meraih kesuksesan, menyebarkan pengetahuan dan menularkan kebaikan.”.</p>
<p>Mereka kemudian menganggukan kepala dan tersenyum, “Jadi apa yang membuat masalah ini demikian menyusahkan? Kalau niatnya seperti itu, buatlah akun twitter baru, sebarkan kebaikan-kebaikan itu lagi. Jangan jadikan masalah ini sebagai sebuah beban yang menghentikan niat baik itu. Hanya saja memang harus kembali bekerja keras seperti pada awal pertama kali akun lama itu dibuat.&#8221;</p>
<p>Kami teringat akun ini pertama kali berkicau tujuh bulan yang lalu. Terus terang pengetahuan kami tentang twitter masih dangkal, namun seiring dengan waktu kami dapat menguasai media sosial ini dengan baik. Kicauan-kicauan kami juga lebih baik dari hari ke hari, follower kami mengapresiasi twitter-twitter itu dengan me-retweet pada jaringannya. Sampai pada suatu saat follower kami menembus angka lebih dari 50 ribu orang. Bagi kami, ini adalah pencapaian yang luar biasa dari niat kami yang sederhana hendak membantu orang lain sukses. Atau yang sering kami tulis; ‘<em>Sebaik-baiknya orang adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain</em>’.</p>
<p>Apakah kami merugi? Jelas kami merugi! Namun bukan berhubungan dengan materi. Nilai akun ini tak bisa diukur dengan sekian puluh, ratus, ribu, juta, milyar bahkan triliun rupiah. Kerugian kami adalah lebih dari 5 ribu twitt edukasi hilang tak berbekas. Tapi jangan khawatir, kami sudah berhasil membukukannya dalam ‘S.O.S (Strategi Orang Sukses) BISNIS. Cara Cerdas Berbisnis Bersama BisnisIndeks’. Dengan demikian twitt kami langsung dapat tersimpan pada diri Anda dengan memiliki buku tersebut.</p>
<p>Kehilangan akun twitter membuat kami mendapatkan pelajaran baru yang berharga. Bahwa kami tidak boleh terpaku dan tenggelam dalam kegalauan. Jalan masih terbentang di muka kami, masih banyak kesempatan untuk membantu orang lain, menjadikan diri kami lebih bermanfaat bagi orang lain. Hanya saja kali ini kami menggunakan kendaraan yang berbeda, yah yang paling tidak sejenis dan setipe dengan akun kami terdahulu. Dengan demikian akun twitter @bisnisindeks sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi, karena sudah dipakai oleh orang yang tidak bertanggung-jawab. So follow us @bisnisindeksID.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bisnisindeks.com/hacker-menguji-kedewasaan-bisnisindeks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S. (Strategi Orang Sukses) BISNIS</title>
		<link>http://www.bisnisindeks.com/s-o-s-strategi-orang-sukses-bisnis-cerdas-berbisnis-bersama-bisnisindeks/</link>
		<comments>http://www.bisnisindeks.com/s-o-s-strategi-orang-sukses-bisnis-cerdas-berbisnis-bersama-bisnisindeks/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 03:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bisnis Indeks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[S.O.S Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Slideshow]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration Selected]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bisnisindeks.com/?p=2324</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis yang sukses banyak diperbincangkan orang, namun bisnis yang sukses dan beretika boleh jadi sangat sedikit diadaptasi oleh orang. Buku ini memberikan langkah-langkah sekaligus pencerahan terhadap cara-cara berbisnis yang sukses tanpa melupakan etika-etika. Baik etika dalam hubungan antar manusia, rekan &#8230; <a href="http://www.bisnisindeks.com/s-o-s-strategi-orang-sukses-bisnis-cerdas-berbisnis-bersama-bisnisindeks/">Full Article</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/05/logoBI2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2325" title="logoBI2" src="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/05/sliderreviewbuku.jpg" alt="" width="708" height="340" /></a></p>
<p>Bisnis yang sukses banyak diperbincangkan orang, namun bisnis yang sukses dan beretika boleh jadi sangat sedikit diadaptasi oleh orang. Buku ini memberikan langkah-langkah sekaligus pencerahan terhadap cara-cara berbisnis yang sukses tanpa melupakan etika-etika. Baik etika dalam hubungan antar manusia, rekan bisnis, mitra kerja dan para konsumen.</p>
<p>Membaca buku ini seolah kita disadarkan bahwa bisnis tak hanya melulu tentang keuntungan. Lebih dari itu bisnis tetaplah merupakan hubungan sosial yang harus dijaga sebaik-baiknya. Dengan demikian tanpa adanya etika kesuksesan hanyalah semu dan singkat. Bila menginginkan bisnis bisa tetap awet dan abadi, maka etika haruslah dikedepankan.</p>
<p>Tapi semua itu menjadi pilihan yang akan diambil oleh seseorang. Seperti yang disampaikan dalam buku ini yang sama sekali tidak menggurui. Kalimat-kalimat yang dipergunakan bukanlah kalimat perintah dan menghakimi perilaku seorang pebisnis. Semua diserahkan pada pembaca, ini merupakan pilihan yang lagi-lagi bersifat pribadi.</p>
<p>Selain etika yang akan ‘merasuki’ alam pikiran pembaca. Buku ini memperlihatkan beberapa langkah-langkah positif yang dapat dilakukan oleh seorang pebisnis. Terutama pada masalah kegagalan dan kebangkrutan. BisnisIndeks tidak memandang dua momok besar dalam dunia bisnis sebagai hal yang negatif. Justru sebaliknya kegagalan dan kebangkrutan adalah ‘mata pelajaran’ yang sudah seharusnya diambil oleh para pebisnis. Dengan demikian pendewasaan seseorang dalam berbisnis akan jauh lebih matang dan sejati.</p>
<p>Bahkan buku ini tak hanya ditujukan bagi para pebisnis semata. Melainkan juga untuk para pemburu karier, pelakon marketing dan ujung tombak perusahaan yakni para sales. Poin-poin yang diberikan terkesan sangat sederhana, namun cobalah mendalami setiap alunan katanya dapat memberikan pencerahan yang sangat terang. Sangat terasa sekali bahwa setiap kalimat yang ada dalam buku ini dapat mendorong semangat lebih tinggi lagi.</p>
<p>Agaknya BisnisIndeks sudah mempersiapkan buku ini dengan matang. Pembaca dapat membaca buku ini mulai dari halaman awal sampai akhir tanpa terputus. Dapat pula –dengan berpedoman pada daftar isi, pembaca hanya membaca bagian-bagian yang dirasa penting dan berguna bagi dirinya. Layaknya sebuah ensiklopedia, buku ini menuturkan kebutuhan-kebutuhan bagi pembacanya. Jadi seorang pembaca dapat membacanya dengan melompat-lompat dan kemudian mempraktekannya.</p>
<p>Hal yang dapat diserap dari buku ini adalah semangat dan semangat untuk terus membangun diri untuk mencapai puncak kesuksesan. Yang dilakukan oleh BisnisIndeks adalah mendorong dan menghela pembacanya tanpa membuat si pembaca merasa tengah ‘diracuni’ oleh formulasi sukses. Bersiaplah menjadi orang sukses yang membantu kesuksesan orang lain.</p>
<p>Buku ini merupakan salah satu jejak rekam dari akun twitter BisnisIndeks yang sudah dibajak oleh hacker. Lebih dari 5 ribu twitt edukasi lenyap dibawa oleh hacker. Untungnya file-file tersebut berhasil diselamatkan sebelumnya. Makanya buku ini menjadi demikian berarti karena menjadi barang langka yang tak bisa ditemukan pada twitter.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bisnisindeks.com/s-o-s-strategi-orang-sukses-bisnis-cerdas-berbisnis-bersama-bisnisindeks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Terus, Kapan Cari Duit!</title>
		<link>http://www.bisnisindeks.com/belajar-terus-kapan-cari-duit/</link>
		<comments>http://www.bisnisindeks.com/belajar-terus-kapan-cari-duit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 06:15:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Ramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Article Selected]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bisnisindeks.com/?p=2283</guid>
		<description><![CDATA[by Dian Ramadhan Perusahaan memiliki kebijakan-kebijakannya sendiri dalam kegiatan rekrutmen pegawainya. Inti rekrutmen itu adalah mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang baik, loyal, pintar dan menghasilkan keuntungan. Dalam merekrut SDM antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya memiliki perbedaan-perbedaan yang pada &#8230; <a href="http://www.bisnisindeks.com/belajar-terus-kapan-cari-duit/">Full Article</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/05/bis24.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2284" title="bis24" src="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/05/bis24.jpg" alt="" width="708" height="340" /></a></p>
<p>by Dian Ramadhan</p>
<p>Perusahaan memiliki kebijakan-kebijakannya sendiri dalam kegiatan rekrutmen pegawainya. Inti rekrutmen itu adalah mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang baik, loyal, pintar dan menghasilkan keuntungan. Dalam merekrut SDM antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya memiliki perbedaan-perbedaan yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja perusahaan itu sendiri. Tapi kebijakan yang diambil oleh perusahaan-perusahaan tersebut tidak ada yang salah. Semua memiliki kebaikan-kebaikannya sendiri atas nama kemajuan perusahaan tersebut tentunya.</p>
<p>Katakanlah dua perusahaan A &amp; B sama-sama bergerak di bidang indeks saham. Keduanya berusaha menjaring rekrutmen baru melalui jalur-jalur yang umumnya dipakai. Setelah melalui beberapa tahap penyaringan, maka diterimalah rekrutmen baru itu dalam perusahaan-perusahaan itu. Perusahaan A kemudian memasukan rekrutmen baru tersebut dalam wadah atau program bagi pegawai baru.</p>
<p>Pegawai-pegawai baru tersebut dimasukan dalam sebuah program training tentang perusahaan itu sendiri, pengetahuan tentang produk-produk yang dihasilkan sampai pada teknik-teknik menarik keuntungan yang dicemplungkan untuk perusahaan. Perusahaan sangat memperhatikan pembekalan pengetahuan-pengetahuan itu pada pegawai-pegawai barunya itu.</p>
<p>Bahkan perusahaan ini sampai meyakinkan pegawai-pegawai barunya, bahwa mencari uang bisa dilakukan nanti saja. Yang terpenting adalah mendapatkan ‘amunisi’ yang banyak dan bermanfaat yang dapat dipakai ‘di medan pertempuran’ nantinya. Tak hanya itu pegawai baru yang direkrut biasanya sangat banyak, dan bukan sebuah masalah kita satu per satu pegawai barunya itu mengundurkan diri karena tuntutan ekonomi melebihi pembekalan itu. Perusahaan ini yakin bahwa kuantitas akan membentuk kualitas.</p>
<p>Sedangkan pada perusahaan B, pegawai-pegawai baru yang diterima harus memiliki kualifikasi pintar, bisa langsung terjun ke pasar dan harus dapat langsung mengetahui produk yang dihasilkan perusahaan. Perusahaan B juga memberikan pembekalan terhadap pegawai-pegawai barunya, namun sifatnya tidak terlalu mendalam. Pegawai-pegawai baru itu tak membutuhkan waktu lama dalam training untuk terjun ke lapangan. Tentunya hal ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan ekonomi mereka.</p>
<p>Sepertinya tidak ada hubungan antara dua perusahaan ini dengan kebijakan masing-masing. Namun sebenarnya ada benang merah yang menghubungan dua perusahaan ini. Perusahaan B biasanya sangat menikmati ‘keuntungan’ dari perusahaan A. Betapa tidak, pegawai-pegawai baru yang sudah pintar itu, ditambah desakan tuntutan ekonomi yang menjadi dorongan terkuat, lantas pindah ke perusahaan B. Ketika pegawai-pegawai didikan perusahaan A itu pindah ke perusahaan B, level yang dimasuki bukan staff lagi, melainkan mereka sudah berada pada posisi manajer.</p>
<p>Apakah ini sebuah kesalahan kebijakan?</p>
<p>Tidak! Kebijakan yang diambil oleh dua perusahaan tersebut sudah benar. Para pegawai baru yang ada di dalam sistem ini juga tidak salah. Dalam kasus seperti ini yang perlu menjadi pertimbangan adalah membenahi berbagai faktor-faktor yang membuat pegawai baru dapat menyeberang ke ‘rumah tetangga’ atau memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dasar mereka yang menjadi prioritas utama. Solusi terbaik yang dapat diterapkan sebagai jalan tengahnya, adalah tetap memberikan traning, disamping pula memberikan kesempatan pegawai itu mencari prospek yang dapat menghasilkan rupiah.</p>
<p>Perhatikan poin-poin berikut:</p>
<ul>
<li>Perhatikan masa trainning, jangan terlalu lama.</li>
<li>Tranning yang lama akan melahirkan kebosanan. Ini akan membuat orang berpikir dua kali untuk meneruskan langkahnya. Apalagi bila sudah berhubungan dengan urusan perut.</li>
<li>Uang adalah salah satu motivasi seorang pegawai dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.</li>
<li>Usahakan memenuhi kebutuhan ekonomi pegawai meskipun masa traning belum selesai.</li>
<li>Pertahankan loyalitas pegawai baru agar tidak menyeberang ke ‘rumah tetangga’ kala sudah pintar.</li>
<li>Perhatikan, SDM yang sudah mendapatkan bekal cukup atau sudah pintar akan mudah tergoda pindah ke ‘rumah tetangga’ dengan iming-iming lebih besar. Misalnya langsung duduk pada posisi manajer.</li>
<li>Buatlah program training yang memungkinkan pegawai baru tetap dapat menghasilkan income bagi dirinya.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bisnisindeks.com/belajar-terus-kapan-cari-duit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Optimisme, Sebuah Kegagalan?</title>
		<link>http://www.bisnisindeks.com/optimisme-sebuah-kegagalan/</link>
		<comments>http://www.bisnisindeks.com/optimisme-sebuah-kegagalan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 15:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Ramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Article Selected]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bisnisindeks.com/?p=2223</guid>
		<description><![CDATA[by Dian Ramadhan “Dengan planning yang saya buat, saya yakin akan mendapat Rp.1 milyar dalam jangka waktu satu tahun!” Hebat! Itulah kata yang terucap ketika mendengar optimisme seperti itu. Betapa tidak, orang lain yang melihat seseorang merencanakan usahanya dengan target &#8230; <a href="http://www.bisnisindeks.com/optimisme-sebuah-kegagalan/">Full Article</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/05/bis21.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2224" title="bis21" src="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/05/bis21.jpg" alt="" width="708" height="340" /></a></p>
<p>by Dian Ramadhan</p>
<p>“Dengan planning yang saya buat, saya yakin akan mendapat Rp.1 milyar dalam jangka waktu satu tahun!”</p>
<p>Hebat! Itulah kata yang terucap ketika mendengar optimisme seperti itu. Betapa tidak, orang lain yang melihat seseorang merencanakan usahanya dengan target Rp.1 milyar dengan waktu hanya satu tahun. Ini adalah bentuk sebuah optimisme yang sangat kuat. Seseorang itu memiliki keyakinan yang sangat kuat bahwa target satu milyar dapat mudah diraihnya dengan planning yang tepat dan baik.</p>
<p>Salahkah menjadi optimis? Sama sekali tidak salah untuk menjadi optimis, hanya kurang tepat saja. Mengapa kurang tepat? Pasti demikian pertanyaan yang muncul. Seseorang yang sangat optimis, yang sangat kuat dengan keyakinan merebut targetnya itu, sebenarnya terlalu berlebihan dalam menilai dirinya. Celakanya penilaian itu datangnya dari diri sendiri. Padahal penilaian yang baik adalah berasal dari orang lain yang umumnya bersifat obyektif.</p>
<p>Akankah sebuah otimisme yang begitu kuat akan berubah menjadi sebuah kegagalan? Tidak juga! Optimisme juga tidak membuat seseorang pemiliknya menjadi sombong. Optimisme tidak sama dengan kesombongan, hanya saja orang ini seperti mengidap megalomania alias percaya dengan kekuatannya sendiri. Kekuatan itu kemudian ia pupuk sendiri dan berkembang serta dipercaya mendatangkan kemampuan untuk mencapai target yang dibuatnya.</p>
<p>Optimisme umumnya dapat membawa seseorang pada kesuksesan. Hanya saja bila optimisme itu menjadi sedemikian kuatnya akan menggelapkan mata seseorang. Yang dilihatnya hanyalah targetnya saja. Ketika target yang hendak dicapai ternyata meleset –bukannya gagal, optimisme yang sudah begitu kuat dalam dirinya akan langsung runtuh, rata dengan tanah.</p>
<p>Sebenarnya peraihan yang dibuat oleh seseorang itu tidaklah seburuk yang ia bayangkan. Seseorang yang memiliki optimisme yang begitu kuat, tidak melihat proses yang berjalan. Padahal proses itulah yang sebenarnya jauh lebih penting ketimbang meraih target. Dalam berproses itulah seseorang dapat belajar dan mengetahui nilai-nilai yang sebenarnya tengah ia pelajari. Ketika seseorang dalam perjalanan berusaha mewujudkan targetnya, seandainya matanya tidak tergelapkan ia akan melihat nilai-nilai yang ada sebagai barometer pencapaian target tersebut. Barometer inilah yang dipakai sebagai jalan untuk mendapatkan hasil pencapaian target.</p>
<p>Kebanyakan orang tidak membaca barometer yang terdiri dari angka-angka yang ada ketika melakukan proses. Angka-angka inilah yang menjadi penunjuk jalannya sebuah proses usaha. Hasil dari pencapaian target tersebut dapat terbaca dari angka-angka yang terpampang jelas di depan mata. Memang angka-angka tersebut bukanlah sebuah hasil yang hendak dicapai. Namun kesuksesan yang diraih –apapun hasil yang tercapai, terukur dari barometer tersebut.</p>
<p>Planning alias bussiness plan (BP) merupakan gambaran keseriusan seseorang mengerjakan usaha atau bisnisnya. Tanpa adanya BP itu, sebuah proses usaha tidak akan berjalan dengan baik. Sama halnya dengan tanpa adanya keyakinan atau optimisme ketika menjalankannya. Optimisme atau keyakinan dibutuhkan untuk menjalankan usaha agar langkah yang diambil tidaklah limbung.</p>
<p>Optimisme itu layaknya bensin yang terus-menerus memberikan bahan bakar di ruang pembakaran yang membuat ledakan untuk menggerakan motor. Keyakinan ini membantu seseorang untuk terus melangkah hingga garis finish. Sebuah ironi, optimisme sangat dibutuhkan untuk tetap menjaga semangat berkobar meraih target. Namun optimisme tidak boleh berlebihan yang mengarahkan seseorang pada kegelapan jauh dari logika. Bekalilah diri dengan optimisme itu, optimisme yang sewajarnya. Kemudian kerjakanlah langkah-langkah BP yang dibuat sesuai kehendak kita dalam koridor yang memenuhi etika.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bisnisindeks.com/optimisme-sebuah-kegagalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Investasi Gold, Investasi Safe Haven</title>
		<link>http://www.bisnisindeks.com/investasi-gold-investasi-safe-haven/</link>
		<comments>http://www.bisnisindeks.com/investasi-gold-investasi-safe-haven/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 15:49:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aiyra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[SMART INDEX by Aiyra Viendhar]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration Selected]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bisnisindeks.com/?p=2219</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa waktu yang lalu kita membahas mengenai transaksi beberapa indeks di Asia yang di perdagangkan di Bursa. Maka saat ini kita akan membahas mengenai transaksi &#8216;logam mulia&#8217; pada Bursa Berjangka Jakarta. Siapa yang tidak mengenal gold atau emas? Gold &#8230; <a href="http://www.bisnisindeks.com/investasi-gold-investasi-safe-haven/">Full Article</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/05/bis23.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2220" title="bis23" src="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/05/bis23.jpg" alt="" width="708" height="340" /></a></p>
<p>Setelah beberapa waktu yang lalu kita membahas mengenai transaksi beberapa indeks di Asia yang di perdagangkan di Bursa. Maka saat ini kita akan membahas mengenai transaksi &#8216;logam mulia&#8217; pada Bursa Berjangka Jakarta.</p>
<p>Siapa yang tidak mengenal gold atau emas? Gold dikenal juga dengan istilah investasi &#8216;safe haven&#8217; . Sampai saat ini gold masih menjadi favorit pilihan berinvestasi. Baik oleh kaum perempuan dalam bentuk perhiasan emas atau kaum pria yang senang menyimpan emas batangan. Harga gold untuk jangka panjang memang meningkat terus. Sejak Oktober 2009 sampai saat ini saja gold memiliki <em>range</em> mencapai 899 poin.</p>
<p>Harga pada bulan Oktober 2009 terendah pada US$1026,95/troy Onz. Sedangkan harga tertinggi pada bulan September 2011 mencapai US$1921/troy Onz. Sedangkan harga yang tengah bergerak pada saat ini adalah mencapai kisaran US$1650-an.</p>
<p>Apa yang membuat gold menarik dan dikategorikan investasi yang paling aman?</p>
<p>1. Gold memiliki <em>longterm</em> yang terus mengalami kenaikan, disamping itu gold tidak mengenal masa kadaluarsa.</p>
<p>2. Untuk yang berinvestasi di gold, fisik penjualannya sangatlah mudah, hanya tinggal mendatangi toko emas dan dapat uang. Untuk yang berinvestasi pada gold di Bursa Berjangka jauh lebih mudah lagi. Anda hanya tinggal pasang order jual pada harga yang kita inginkan. Apabila harganya tercapai langsung terjual otomatis. Kalau mau ambil dananya tinggal melakukan penarikan seperti pada investasi keuangan lainnya dan dana sudah masuk ke rekening investor dalam waktu satu hari kerja.</p>
<p>3. Untuk transaksi gold yang di Bursa Berjangka Jakarta dengan sistem online trading, sehingga seorang investor gold dapat melakukannya sendiri dan lebih fleksibel.</p>
<p>4. Peluang profit bisa lebih maksimal karena contract size-nya per-poin mencapai US$100.</p>
<p>5. Jam transaksi gold pada bursa:</p>
<p>06.00 &#8211; 03.30 winter.</p>
<p>06.00 &#8211; 04.30 summer</p>
<p>Dengan adanya waktu transaksi yang panjang, memungkinkan untuk masuk market lebih sering dan profit lebih maksimal.</p>
<p>Perhitungan Profit :</p>
<p>Range Gold normal dalam 1 hari adalah 10 -  45 poin</p>
<p>1 lot = US$1000 day trade</p>
<p>1 lot = US$2000 overnite</p>
<p>Contract size 1 point = US$100</p>
<p>Dengan range gold yang cukup besar seperti diterangkan di atas, memudahkan bagi investor untuk mengambil profit 1 poin dalam satu hari.</p>
<p>Contoh :</p>
<p>Investor menginvestkan dana sebesar US$30.000</p>
<p>Kemudian investor tersebut membeli 3 lot  gold pada harga 1650, kemudian dijual pada harga 1651. Charge komisi yang dikenakan oleh perusahaan pialang adalah US$10/lot settled.</p>
<p>Perhitungan profit nya :</p>
<p>P = 3 lot x 1 point x US$ 100 = US$300</p>
<p>Net profit:  US$300 &#8211; (3 x 10)= US$270/hari</p>
<p>Taruhlah bila dalam satu bulan terdapat 25 hari kerja, maka profit dalam satu bulan :</p>
<p>US$270 x 25 = US$6750</p>
<p>Percentase:  6750/30.000 = 22,5 %</p>
<p>Bayangkan hanya dengan mengambil profit 1 point/hari, kita  bisa mencapai profit 22,5%/bulan.</p>
<p>Selamat Mencoba &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bisnisindeks.com/investasi-gold-investasi-safe-haven/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesibukan Mengurus Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.bisnisindeks.com/kesibukan-mengurus-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.bisnisindeks.com/kesibukan-mengurus-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 06:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Ramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Article Selected]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bisnisindeks.com/?p=2151</guid>
		<description><![CDATA[by Dian Ramadhan Dalam kehidupan manajemen sebuah perusahaan, seorang staff atau sebuah divisi dituntut untuk dapat mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Tak pelak lagi jika mereka kemudian disibukan oleh tugas-tugas seperti itu, tentunya atas nama kepentingan perusahaan atau lembaga tertentu. Para &#8230; <a href="http://www.bisnisindeks.com/kesibukan-mengurus-diri-sendiri/">Full Article</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/04/bis20.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2152" title="bis20" src="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/04/bis20.jpg" alt="" width="708" height="340" /></a></p>
<p>by Dian Ramadhan</p>
<p>Dalam kehidupan manajemen sebuah perusahaan, seorang staff atau sebuah divisi dituntut untuk dapat mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Tak pelak lagi jika mereka kemudian disibukan oleh tugas-tugas seperti itu, tentunya atas nama kepentingan perusahaan atau lembaga tertentu. Para leader tersenyum ketika menyaksikan tugas dapat dilaksanakan dengan baik dengan hasil yang memuaskan. Apakah demikian?</p>
<p>Begitu juga dalam tim, semua terlihat mengerjakan tugas yang diberikan oleh leader. Target adalah hal yang tidak terbantahkan dalam kepala mereka. Semua mengejar target yang sudah dicekoki sebelumnya. Apakah ini sebuah bentuk kerja sama dalam tim? Ketika semua mengerjakan tugasnya masing-masing? Jawabannya pasti tentu! Dilihat dari sudut manapun tim ini sangat positif. Yakni mengerjakan tugas untuk mencapai target perusahaan.</p>
<p>Benarkah?</p>
<p>Sebagian ada benarnya. Mengapa sebagian benar? Padahal jelas-jelas pekerjaan sudah dikerjakan dengan proses yang baik sesuai prosedural dan target pun tercapai. Ini karena mereka sebenarnya bekerja sendiri-sendiri meskipun berada dalam satu tim atau divisi. Ingatlah bahwa dasar pertama dari sebuah tim atau divisi adalah bekerja-sama bukan sama-sama bekerja.</p>
<p>Tugas yang dikerjakan oleh masing-masing personil memang menjadi bagian dari penugasan yang diberikan oleh leader atau pimpinan. Tapi apakah Anda, kita atau mereka sadari bahwa sebenarnya yang dikerjakan itu merupakan kesibukan mengurus diri sendiri. Kesibukan yang hanya berputar pada dirinya sendiri bukan orang lain. Kesibukan yang menitik-beratkan pada penyelesaian tugasnya sendiri sebagai anggota tim.</p>
<p>Memang benar, personil ini adalah bagian dari tim yang mempunyai tugasnya. Namun bukan berarti personil ini dapat berdiri sendiri dengan menyelesaikan tugasnya. Ketidak-pedulian membantu personil lainnya secara tidak disadari muncul ketika tengah mengerjakan tugasnya sendiri. Tanpa disadari kita pernah menolak permintaan tolong rekan kerja kita, dengan alasan kita tengah mengerjakan tugas sendiri yang jauh lebih penting dari sekedar menolongnya. Inilah yang dinamakan kesibukan mengurus diri sendiri.</p>
<p>Kita tak memperdulikan orang lain, karena kita menganggap bahwa kita tengah mengerjakan tugas yang bobotnya lebih besar yakni tugas dari perusahaan. Tidak ada salahnya sama sekali, justru hal itu positif, sangat positif memiliki sikap seperti itu. Berkata, ‘sebentar’, sudah merupakan bentuk penolakan untuk memberikan uluran tangan.  Kesibukan mengurus diri sendiri inilah yang kemudian mengabaikan semua hal yang ada di luar diri kita. Egois? Mungkin. Tidak perduli? Bisa jadi. Tak sepenuhnya orang yang sibuk mengurus dirinya sendiri, dapat dianggap seperti itu.</p>
<p>Bagaimana mengatasi hal ini? Dibutuhkan kehadiran seorang leader yang mampu melihat adanya ‘kesibukan mengurus diri sendiri’. Dengan demikian leader itu bisa memberikan pengarahan sesuai dengan kebutuhan pada saat itu. Gaya otoriter dibutuhkan dalam sikap kepemimpinannya, yang tak boleh dibantah dan harus dituruti. Namun pemimpin ini tidak boleh berat sebelah, karena ia harus tetap membuat timnya terus berjalan. Pemimpin ini adalah orang yang tetap menjaga semangat kebersamaan, bagaimana setiap anggota timnya saling bekerja-sama, bukannya sama-sama bekerja.</p>
<p>Tidak ada salahnya mengerjakan pekerjaan sendiri dengan baik dan benar. Toh, itu sebagai bentuk dari proses pencapaian target. Namun ada baiknya tidak terjebak dalam kondisi ‘kesibukan mengurus diri sendiri’. Masih ada rekan-rekan lain di sekitar kita yang terkadang membutuhkan pertolongan atas pekerjaannya. Tapi juga jangan terlalu baik, nanti Anda dikira ‘sok pintar’. So, mulailah peka dengan lingkungan kerja Anda, jangan terlalu menyibukan mengurus diri sendiri. (<em>Inspirasi: &#8216;Dua Tangis dan Ribuan Tawa&#8217; Dahlan Iskan</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bisnisindeks.com/kesibukan-mengurus-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muda, Trengginas, Anti Galau</title>
		<link>http://www.bisnisindeks.com/muda-trengginas-anti-galau/</link>
		<comments>http://www.bisnisindeks.com/muda-trengginas-anti-galau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 04:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bisnis Indeks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Popular]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bisnisindeks.com/?p=2075</guid>
		<description><![CDATA[Sukses adalah hak semua orang. Tak perduli tua, muda, golongan atas, bawah, laki-laki atau perempuan, semua berhak untuk menjadi sukses. Yang paling diidamkan adalah ketika usia masih muda tapi sudah mengecap sukses atas usaha yang dibuatnya. Contoh yang paling nyata &#8230; <a href="http://www.bisnisindeks.com/muda-trengginas-anti-galau/">Full Article</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/04/bis18.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2076" title="bis18" src="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/04/bis18.jpg" alt="" width="708" height="340" /></a></p>
<p>Sukses adalah hak semua orang. Tak perduli tua, muda, golongan atas, bawah, laki-laki atau perempuan, semua berhak untuk menjadi sukses. Yang paling diidamkan adalah ketika usia masih muda tapi sudah mengecap sukses atas usaha yang dibuatnya.</p>
<p>Contoh yang paling nyata saat ini adalah Mark Zuckerberg dengan facebook-nya. Ia melihat peluang membuat aplikasi pertemanan antar rekan-rekannya di kampus menjadi bisnis internasional. Almarhum Steve Jobs berhasil membesarkan Apple sejak usianya muda, menjadi piranti komputer kelas satu. Kisah Thomas A. Edison, penemu lampu pijar dan Konosuke Matsushita, pendiri Panasonic adalah dua contoh pemuda antigalau pada jamannya.</p>
<p>Karakteristik orang muda yang membangun usahanya sendiri biasanya sangat trengginas. Ditambah lagi energi yang masih melimpah dalam diri mereka membuat langkah-langkahnya cepat di dalam berbisnis. Mereka mengerti peluang yang harus ditangkap dan mengolahnya menjadi keuntungan. Di samping itu mereka memiliki waktu yang sangat panjang. Jadi ketika kegagalan datang, mereka segera bangkit untuk berjalan kembali.</p>
<p>Mereka tidak mengenal kata ‘galau’. Kegalauan tak pernah bertahan berdampingan dengan orang-orang muda ini. Para orang muda ini sadar bahwa kegalauan hanyalah membuang-buang waktu, materi dan energi yang dapat dijadikan bahan bakar untuk terus melaju. Inilah yang membedakan dengan senior-seniornya yang cenderung sudah merasakan kenyamanan.</p>
<p>Perbedaan mendasar lainnya pada diri anak-anak muda ini adalah otak mereka yang tidak pernah berhenti berpikir. Ada saja bentuk-bentuk kreativitas yang terus bermunculan untuk memoles bisnis mereka menjadi kuat. Tak mengherankan bila pebisnis kuat biasanya memelihara anak-anak muda untuk memberikan darah segar bagi kehidupan perusahaannya. Strategi-strategi bisnis anak muda lebih memahami kebutuhan pasar yang ada. Sehingga kebutuhan tersebut dapat diakomodir dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Namun sebagai anak muda harus diakui bahwa jam terbang belum sebanyak senior-senior yang sudah mapan. Ada baiknya tetap menjadikan senior-senior itu sebagai mentor yang memiliki banyak kebajikan dan kebijakan yang dapat ditimba. Tetap rendah hati di depan senior menjadi salah satu kunci sukses mengembangkan bisnis lebih jauh dan luas lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Patutlah diingat langkah-langkah berikut ini;</p>
<ul>
<li>Sukses adalah tujuan hampir semua orang di dunia, apapun latar belakangnya. Bahkan anak-anak muda akan melakukanapapun untuk mencapai tujuannya itu.</li>
</ul>
<ul>
<li>Seiring perkembangan pengetahuan, teknologi dan informasi, tak pelak lagi bila kemudian dunia makin dihiasi oleh orang-orang sukses usia muda.</li>
</ul>
<ul>
<li>Orang yang sukses di usia muda umumnya memiliki kesamaan generik, yaitu berani, kreatif, antigalau dan tak henti terus mencoba.</li>
</ul>
<ul>
<li>Orang yang berani mencoba akan mendapatkan pengalaman yang membuatnya sukses atau gagal. Jika masih muda, berarti masih ada kesempatan untuk mencoba lagi jika mengalami kegagalan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Para milyarder muda dunia telah melampaui fase &#8216;coba-coba&#8217; yang akhirnya membuat mereka menjadi trendsetter.</li>
</ul>
<ul>
<li>Untuk dapat sukses di usia muda sangat diperlukan kreativitas, kemudian terobosan-terobosan baru yang akan memberikan celah sukses menjadi lebih besar dibandingkan yang konvensional.</li>
</ul>
<ul>
<li>Selain berani, kreatif, seorang pebisnis jika ingin sukses dalam usia muda haruslah antigalau. Artinya, jika gagal tidak galau tapi halaulah dengan mencoba lagi.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kegagalan dalam mencoba adalah hal biasa, yang terpenting adalah bangkit dan mencoba lagi dengan CARA lain.</li>
</ul>
<ul>
<li>Tidak ada seorang pun dari para pebisnis muda sukses yang berhasil seperti yang terlihat saat ini, hanya dalam sekali percobaan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Seseorang yang ingin sukses di usia muda, haruslah rendah hati agar bisa menyerap lebih banyak pengetahuan sukses dari pebisnis yang lebih senior.</li>
</ul>
<ul>
<li>Peluang yang datang harus segera disambar dan dicoba, jika tidak berhasil, ambil positifnya sebagai pengalaman.</li>
</ul>
<ul>
<li>Seseorang yang ingin sukses muda harus menghilangkan sikap sensitif, mudah tersinggung agar hati menjadi besar untuk meraih sukses yang besar pula.</li>
</ul>
<ul>
<li>Sukses di usia muda atau setelahnya tergantung keberanian Anda mengambil sikap untuk menerima tantangan bisnis baru.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bisnisindeks.com/muda-trengginas-anti-galau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korean Composite Stock Price Index: Percampuran Nikkei-Hang Seng</title>
		<link>http://www.bisnisindeks.com/korean-composite-stock-price-index-percampuran-nikkei-hang-seng/</link>
		<comments>http://www.bisnisindeks.com/korean-composite-stock-price-index-percampuran-nikkei-hang-seng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 02:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aiyra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[SMART INDEX by Aiyra Viendhar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bisnisindeks.com/?p=2062</guid>
		<description><![CDATA[Ramainya kegiatan perdagangan saham di Korea Selatan pada tahun 1962, memuncul kebutuhan akan hadirnya indikator yang menggambarkan harga saham yang timbul. Indeks saham di Korea Selatan sendiri diperkenalkan secara luas di awal Januari 1964 dengan pergerakan harga 17 saham utama. &#8230; <a href="http://www.bisnisindeks.com/korean-composite-stock-price-index-percampuran-nikkei-hang-seng/">Full Article</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/04/kospi1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2063" title="kospi1" src="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/04/kospi1.jpg" alt="" width="708" height="340" /></a></p>
<p>Ramainya kegiatan perdagangan saham di Korea Selatan pada tahun 1962, memuncul kebutuhan akan hadirnya indikator yang menggambarkan harga saham yang timbul. Indeks saham di Korea Selatan sendiri diperkenalkan secara luas di awal Januari 1964 dengan pergerakan harga 17 saham utama. Sedangkan Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) diperkenalkan oleh KRX pada tahun 1983. Kehadiran KOSPI merupakan keselarasan atas trend internasional saat itu yang banyak menggunakan Market Capitalization Based Index.</p>
<p>Sesuai dengan perkembangan industri keuangan yang semakin kompetitif, maka pada pertengahan Juni 1994 hadirlah KOSPI 200. KOSPI 200 ini terdiri dari 200 saham blue chip yang terdaftar di KRX. KOSPI pun dianggap dapat mencerminkan kelompok Industri yang diwakili dan pasar secara keseluruhan. Kelompok industri itu seperti;  perikanan, konstruksi, pertambangan, jasa, manufakturing, pos dan komunikasi, energi (listrik dan gas) dan keuangan.</p>
<p>Bila kita melihat dalam KOSPI 200 maka terdapat sekitar 200 perusahaan besar yang ada di Korea Selatan. Jumlah itu mewakili lebih-kurang 70% dari keseluruhan nilai kapitalisasi pasar saham yang terdaftar di Korea Stock Exchange. Tercatat perusahan hi-tech Samsung Electronics memberikan sumbangsih skitar 20% dari total kapitalisasi indeks saham ini. Jelas membuat pergerakan saham Samsung mempengaruhi KOSPI 200.</p>
<p>Meskipun demikian pada saat ini pasar modal Korea dinilai aktif dan fluktuatif. Tentunya menjadikan Korea dengan KOSPI-nya menjadi salah satu pasar indeks saham besar di dunia. Ta mengherankan bila kemudian banyak investor mancanegara ikut meramaikan perdagangan bursa indeks Korea ini. Menurut catatan indeks KOSPI 200 memberikan kontribusi sebesar 10% dari total transaksi bursa saham Korea.</p>
<p>Indeks KOSPI 200 sendiri mempunyai spesifikasi kontrak yang hampir mirip dengan Nikkei 225. Namun karakter pergerakanya lebih condong mirip dengan Hang Seng. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya kesamaan  metode perhitungan indeks menggunakan bobot kapitalisasi pasar. KOSPI 200 sendiri lebih banyak terkorelasi dengan saham-saham Asia.</p>
<p><strong>Trading Rules  Indeks </strong><strong>KOSPI</strong></p>
<p><strong></strong>MASA KONTRAK -  Per 3 (tiga) bulan (Maret, Juni, September dan Desember).KONTRAK Size : 1 pip : US$3,5 atau Rp.35.000,-</p>
<p>Komis: US$25 – US$50/lot</p>
<p>Margin per-lot yang dibutuhkan: US$1000 – US$2000/lot</p>
<p>Sesi Perdagangan: Sesi 1: 07.00 AM &#8211; 01.05 PM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PERHITUNGAN PROFIT/LOSS</strong></p>
<p>P :    {(Sell &#8211; Buy) x Contract Size x Jumlah Lot} – Charge Commission</p>
<p>CONTOH :</p>
<p>Buy: KOSPI 4 lot di harga 127.75</p>
<p>Sell liquid: KOSPI 4 lot di harga 128.85</p>
<p>Komisi:US$ 50/lot settled</p>
<p>Net PROFIT</p>
<p>= {( 128,85 – 127,75) x US$3,5 x 4} – ( 4x US$50)</p>
<p>= (1.15 x US$1400) – US$200</p>
<p>= US$1610 – US$200</p>
<p>= US$1410 atau Rp.14.100.000,-</p>
<p>Perusahaan yang terdaftar di Indeks Kospi 200 :</p>
<ul>
<li>AMORE PACIFIC CORP</li>
<li>CJ CORP. TORS</li>
<li>DAELIM INDUSTRIAL</li>
<li>DAEWOO ENG &amp; CONSTR</li>
<li>DAEWOO SECURITIES</li>
<li>DAEWOO SHIPBLDG&amp;MARINE</li>
<li>DONGKUK STEEL MILL</li>
<li>DOOSAN HEAVY IND</li>
<li>DOOSAN INFRACORE</li>
<li>GS ENG &amp; CONSTR CORP</li>
<li>HANA BANK</li>
<li>HANJIN SHIPPING</li>
<li>HANKOOK TIRE</li>
<li>HANWHA CHEMICAL</li>
<li>HITE BREWERY</li>
<li>HONAM PETROCHEMICAL</li>
<li>HYNIX SEMICONDUCTOR</li>
<li>HYUNDAI DEVELOPMENT</li>
<li>HYUNDAI ENG &amp; CONSTR</li>
<li>HYUNDAI HEAVY IND</li>
<li>HYUNDAI MERCHANT MRNE</li>
<li>HYUNDAI MIPO DOCKYR</li>
<li>HYUNDAI MOBIS</li>
<li>HYUNDAI MOTOR</li>
<li>INDUSTRIAL BANK OF KOREA</li>
<li>INI STEEL</li>
<li>KANGWON LAND, INC.</li>
<li>KCC CORP</li>
<li>KIA MOTOR</li>
<li>KOOKMIN BANK</li>
<li>KOREA ELECTRIC POWER</li>
<li>KOREA EXCHANGE BANK</li>
<li>KOREA GAS CORP</li>
<li>KOREAN AIRLINES</li>
<li>KT CORPORATION</li>
<li>KT FREETEL CO., LTD.</li>
<li>KT&amp;G CORPORATION</li>
<li>LG CHEM., LTD</li>
<li>LG CORP.</li>
<li>LG ELECTRONICS</li>
<li>LG PHILIPS LCD CO., LTD.</li>
<li>LOTTE CHILSUNG BEV</li>
<li>NC SOFT CORP</li>
<li>NONGSHIM</li>
<li>POSCO</li>
<li>PUSAN BANK</li>
<li>S1</li>
<li>SAMSUNG CORP</li>
<li>SAMSUNG ELECTRO MECH</li>
<li>SAMSUNG ELECTRONICS</li>
<li>SAMSUNG FIRE&amp;MARINE INS</li>
<li>SAMSUNG HEAVY IND</li>
<li>SAMSUNG SDI CO., LTD</li>
<li>SAMSUNG SECURITIES</li>
<li>SHINHAN FINANCIAL GROUP</li>
<li>SHINSEGAE CO., LTD.</li>
<li>SK TELECOM</li>
<li>S-OIL CORPORATION</li>
<li>WOORI FINANCE HOLDINGS</li>
<li>WOORI INVESTMENT</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bisnisindeks.com/korean-composite-stock-price-index-percampuran-nikkei-hang-seng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjaring Follower, Jangan ‘Nyampah’</title>
		<link>http://www.bisnisindeks.com/menjaring-follower-jangan-nyampah/</link>
		<comments>http://www.bisnisindeks.com/menjaring-follower-jangan-nyampah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2012 15:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bisnis Indeks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Popular]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bisnisindeks.com/?p=2044</guid>
		<description><![CDATA[Jejaring media sosial saat ini, khususnya Twitter,  menjadi bagian kehidupan bermasyarakat dalam satu dekade belakangan ini. Tak pelak dunia bisnis dan yang berhubungan dengan itu, sudah menyadari kekuatan Twitter. Walhasil Twitter kemudian menjadi media promosi yang sangat efektif dan menyentuh &#8230; <a href="http://www.bisnisindeks.com/menjaring-follower-jangan-nyampah/">Full Article</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/04/twitter.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2045" title="twitter" src="http://www.bisnisindeks.com/wp-content/uploads/2012/04/twitter.jpg" alt="" width="708" height="340" /></a></p>
<p>Jejaring media sosial saat ini, khususnya Twitter,  menjadi bagian kehidupan bermasyarakat dalam satu dekade belakangan ini. Tak pelak dunia bisnis dan yang berhubungan dengan itu, sudah menyadari kekuatan Twitter. Walhasil Twitter kemudian menjadi media promosi yang sangat efektif dan menyentuh langsung pada pribadi-pribadi dalam masyarakat.</p>
<p>Namun yang harus disadari bahwa Twitter adalah media sosial yang sifatnya pribadi. Jadi bila seorang tweeps merasa tweet yang terkirim padanya sangat mengganggu, dengan segera ia akan <em>unfollow</em> akun twitter itu. Tweet yang dianggap mengganggu adalah tweet ‘sampah’, bukan hanya isinya saja yang tidak penting, namun tidak memberikan manfaat apapun pada si tweeps.</p>
<p>Jadi utamanya isi twitter adalah memiliki kualitas yang baik, memberikan nilai manfaat bagi tweeps, bahkan mampu menginspirasi para follower-nya. Berikanlah twitter yang memberikan nilai bagi follower Anda, bukan twitter keseharian Anda. Sadarilah Anda bukan selebriti yang menarik banyak orang untuk digosipin. Twitter-twitter itu hanya ‘sampah’ dan membuat penuh <em>timeline</em> saja.</p>
<p>Membuat twitt yang inspiratif dan bermanfaat bagi follower sangatlah penting, malah menjadi sebuah keutamaan. Banyak follower yang bisa saja terinspirasi dan menarik pelajaran dari twitt yang kita kirimkan. Hanya saja, janganlah terlalu sering pula mengirimkan twitter-twitter seperti ini. Alih-alih memberikan manfaat dan kebaikan, malahan dianggap sampah. Akibatnya tujuan kebaikan kita tidak akan tercapai. Begitu juga dengan promosi produk atau jasa yang frekuensinya berlebihan akan membuat follower pergi menjauh.</p>
<p>Begitu juga dengan tata bahasanya harus diperhatikan, sebab ini berkaitan dengan kapasitas twitt yang ada. Pergunakanlah kata-kata yang baik, dan bila hendak menyingkat kata gunakanlah singkatan yang memang dikenal oleh masyarakat secara umum. Kemudian gunakanlah kalimat aktif dan langsung pada ide yang hendak disampaikan.</p>
<p>Jadi bila ingin mengirimkan twitt yang bermanfaat, ingatlah langkah-langkah ini;</p>
<ul>
<li>Menambah follower adalah keinginan banyak tweeps, khususnya yang mempunyai tujuan tertentu. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menambah follower yang menyangkut soal kualitas tweet, isi timeline (TL) dan frekuensi nge-tweet.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kualitas tweet harus menjadi perhatian pertama dan utama. Artinya tidak memberikan tweet &#8216;sampah&#8217; yang tidak berkaitan langsung dengan follower.</li>
</ul>
<ul>
<li>Tweet &#8216;sampah&#8217; yang tidak terkait langsung dengan follower dan bersifat <em>lebay</em> malah akan membuat follower unfollow.</li>
</ul>
<ul>
<li>Laporan kegiatan sama sekali tidak diperlukan. Jika Anda bukan artis, tidak terlalu dibutuhkan oleh follower, jadi harus dihindari. Follower tidak terlalu tertarik dengan kegiatan Anda –seperti sedang memasak, makan, salon, dan lain sebagainya, karena tidak ada manfaat pencerahan disana.</li>
</ul>
<ul>
<li>Jangan memberikan tanggapan terlalu sering jika tidak dianggap perlu agar TL follower tidak penuh dengan hal-hal tidak penting.</li>
</ul>
<ul>
<li>Isi TL Anda sebisa mungkin dirapikan, bebas dari &#8216;sampah&#8217; dan Retweet (RT) yang tidak perlu. Promosi masih boleh asal tidak terlalu sering.</li>
</ul>
<ul>
<li>Calon follower biasanya akan mengintip biodata dan timeline Anda terlebih dahulu sebelum follow Anda. Tulis Biodata yang positif, bisa disertai dengan satu kalimat bijak untuk menarik simpati calon follower untuk melakukan follow.</li>
</ul>
<ul>
<li>Nama akun juga sangat penting! Nama akun bernuansa negatif biasanya kurang menarik perhatian calon follower.</li>
</ul>
<ul>
<li>Frekuensi nge-tweet juga menentukan jumlah follower baru yang akan follow, karena membaca tweet Anda yang di-RT orang lain.</li>
</ul>
<ul>
<li>Jarang nge-tweet bisa membuat akun Anda &#8216;mati suri&#8217; hingga tidak ada yang tahu tentang Anda hingga tidak mungkin follow.</li>
</ul>
<ul>
<li>Terlalu sering nge-tweet juga tidak baik karena bisa memenuhi TL follower hingga tidak jarang banyak yang akhirnya unfollow.</li>
</ul>
<ul>
<li>Dalam jangka panjang, follower yang banyak bisa menghasilkan kebahagiaan batin dan juga materi jika dilakonin dengan serius dan fokus.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bisnisindeks.com/menjaring-follower-jangan-nyampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

