Persuasi jika diterjemahkan secara bebas adalah upaya membujuk, merayu dengan sedikit pemaksaan dari satu orang terhadap orang lainnya. Dapat dikatakan pula bahwa persuasi merupakan ajakan terhadap seseorang dengan memberikan berbagai alasan dan prospek yang dapat diraih dan diwujudkan. Persuasi ada di dalam masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan tujuannya adalah mewujudkan sasaran yang sudah dibuat terlebih dahulu.

Khususnya dalam berbisnis, teknik persuasi ini dilakukan dalam berbagai metode. Metode yang dikembangkan dan diterapkan melalui berbagai cara.Salh satunya adalah dengan memberikan kenyamanan terlebihn dahulu pada konsumen atau klien. Cara seperti ini biasanya ampuh untuk mengambil hati konsumen atau klien.

Kemampuan ‘Persuasi’ harus dimiliki oleh seorang penjual atau marketing, tujuannya adalah untuk menarik calon konsumennya membeli. Teknik persuasi yang berguna untuk membujuk konsumen atau klien, sepenuhnya berada di tangan para closer. Tanpa closer mengenal teknik persuasi yang baik, mustahil closing dapat berbuah baik pula. Dalam artian closing bisa jadi dapat tercapai, namun kualitas hasil yang dicapai akan dipertanyakan.

Teknik persuasi yang baik adalah dengan tetap menempatkan konsumen atau klien pada posisi utama. Dengarkan, simak dan pahami arah dan tujuan yang diharapkan oleh konsumen atau klien Anda. Tarik benang merah yang ada, kemudian beradaptasilah dengan itu. Dengan demikian Anda akan dapat mudah memberikan alasan-alasan dari tujuan prospek, jasa atau produk yang Anda tawarkan. Jangan pernah memaksakan kehendak Anda demi target yang ada di pundak Anda.

Bila Anda tetap ngotot memaksakan kehendak Anda, konsumen atau klien akan memasang benteng pertahanannya. Alih-alih mendapatkan hasil target, Anda malah berhasil mendapatkan satu orang yang berpotensi membuat partai oposisi. Bila konsumen atau klien Anda tidak tertarik dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan, jangan berkecil hati. Tetap simpan nama dan kontaknya di dalam buku Anda dengan tanda belum berhasil. Buatlah keyakinan diri Anda lebih tebal dan lakukan pada waktu di masa depan ketika memungkinkan. Besar atau kecilnya kemungkinan yang ada tetaplah sebuah kesempatan yang harus Anda manfaatkan.

Terdapat beberapa pendekatan persuasif yang dapat Anda dilakukan jika ingin menarik minat konsumen:
Langkah pertama;

  • Dengarkan kebutuhan konsumen dengan penuh perhatian, fokus dan berikan anggukan kepala sesekali.
  • Setiap kali konsumen bercerita, ada baiknya untuk memberikan tanggapan positif agar ia merasa nyaman terlebih dahulu.
  • Lakukan semuanya dengan ketulusan, bukan sebagai sandiwara.

Langkah kedua;

  • Berikan tanggapan singkat atas apa yang dipaparkan oleh konsumen dengan apresiasi secukupnya agar ia merasa ceritanya diperhatikan.
  • Setelah tanggapan singkat, mulai dengan menjelaskan produk atau jasa yang Anda miliki dengan tatapan yang fokus dan serius.
  • Ingat; jangan berlebihan pada saat menjelaskan jasa atau produk Anda, agar konsumen tidak merasa ada sesuatu yang tidak pada tempatnya.
  • Ingatlah bahwa konsumen atau klien Anda sudah memasang radar waspada ketika menyetujui bertemu dengan Anda.

Langkah ketiga;

  • Ada baiknya Anda menanyakan pendapat konsumen tentag produk atau jasa setelah Anda jelaskan. Lakukanlah dengan serius!
  • Saat konsumen memberikan tanggapannya, jangan dipotong atau diinterupsi. Kemudian berikan tatapan positif dan tanggapan apresiatif agar ia merasa diterima.

Langkah keempat;

  • Selalu memberikan jawaban atas komentar konsumen atau klien Anda dengan memujinya bahwa pandangannya benar dan baik. Namun tetap dalam batas kewajaran.
  • Memuji tanggapan konsumen bisa membuat hatinya terbuka untuk lebih mendengarkan penjelasan Anda selanjutnya.
  • Meskipun demikian Anda harus tetap mengingat langkah-langkah sebelumnya. Jangan mengembalikan konsumen atau klien pada posisi awal yang penuh pertahanan dan kewaspadaan.

Langkah kelima;

  • Berikanlah jaminan yang dapat menghapus kekhawatiran konsumen atau klien agar ia merasa ternyata keraguannya tidak berdasar sama sekali.
  • Kunci konsumen atau klien Anda dengan menanyakan berapa banyak yang ia inginkan untuk menutup kemungkinan bila ia memesan setelahnya.
  • Yakinkan konsumen dengan mengatakan bahwa produk atau jasa yang Anda tawarkan nilai manfaatnya melebihi nilai nominalnya.

Share this article

Bisnis Indeks

Solusi seputar, Profit dan loss, Mental trading, Strategi marketing, Kepemimpinan, Pembentukan team, Planing, Presentasi, Motivasi dan Transparansi bisnis . http://www.bisnisindeks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>