Seperti layaknya orang yang tengah melakukan pendekatan atau membina hubungan dengan pasangannya, posisi relasi dan kita layaknya terlibat hubungan asmara. Ada rasa ketertarikan yang dalam, berikut saling pengertian, kemudian tumbuh dan berkembangnya kepercayaan serta ‘rasa saling memiliki’. Seperti halnya dalam berpacaran perselingkuhan atau pengkhianatan akan berujung pada akibat fatal. Kalau toh pasangan kita mau memaafkan, namun sudah tumbuh rasa kecurigaan pada setiap tindakan yang kita lakukan.

Membangun relasi dengan klien, nasabah atau pelanggan layaknya hubungan percintaan. Kadang rindu, kadang menjengkelkan atau kadang tak mau bertemu. Harus disadari bahwa menjalin hubungan dengan relasi merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh seorang pebisnis, trader atau apapun sebutannya. Mengapa kita harus berpayah-payah menjalin dan menjaga hubungan dengan relasi? Ini tak terlepas dari bisnis atau usaha yang kita lakukan. Semakin baik hubungan yang kita jalin, maka semakin baik pula bisnis dan usaha yang kita jalankan.

Pahamilah relasi yang sudah mau melakukan bisnis dengan kita. Pemahaman itu meliputi karakternya, kemauannya dan hal-hal yang bersifat pribadi lainnya. Namun jangan melewati pagar privasi yang sudah mereka buat, kecuali mereka yang mengundang kita ke dalamnya. Relasi yang sudah dekat biasanya tidak sungkan-sungkan menceritakan beberapa rahasia dirinya, tugas kita adalah tetap menjaga kerahasiaannya. Hal ini juga berlaku ketika hubungan bisnis sudah terputus, hargailah mereka sebagai teman kita bukan sekedar sebagai mitra berbisnis.

Ada baiknya kita melihat point-point berikut ini yang bisa jadi akan semakin merekatkan hubungan kita dengan para relasi;

  1. Membangun relasi dalam perusahaan adalah sebuah modal untuk merekat pelanggan.
  2. Banyak membangun relasi yang kuat agar mereka tidak berpindah ke lain hati.
  3. Kenyamanan harus menjadi menu utama dan pertama dalam membangun hubungan relasi.
  4. Kenyamanan itu bisa berupa pemahaman terhadap klien, yakni berupa karakter, kesukaan dan kebiasaannya.
  5. Memahami karakter pelanggan seperti mengerti gaya ia berkomunikasi dan bertransaksi.
  6. Jangan membicarakan urusan pribadi dengan pelanggan jika bukan mereka yang memulainya.
  7. Terkadang relasi mau membuka diri dengan menceritakan beberapa rahasianya. Biasanya mereka suka bila kita bisa menjaga rahasia dengan tidak menceritakan kepada pelanggan yang lain.
  8. Pelanggan suka bila kita bisa mengerjakan lebih dari yang dimintanya. Jangan hitung-hitungan dengan mereka!
  9. Pastikan relasi selalu diberikan update informasi tentang sebuah produk baru.
  10. Bantulah pelanggan dengan tulus karena ia akan semakin setia dengan jasa/produk kita.
  11. Pelanggan akan sangat berterima kasih bila kita bisa membantu dengan segera, tanpa prosedur berbelit-belit.
  12. Jangan memberikan saran yang sesat dan menyesatkan pada pelanggan, agar ia tidak merasa kita orang kurang baik.
  13. Bantulah mereka kapan saja sepanjang masih memungkinkan. Jika tidak bisa, katakan sejujurnya jangan pakai alasan yang akan memancing rasa tidak sukanya.
  14. Pelanggan akan merekomendasikan kita kepada orang lain bila pelayanan kita memuaskannya.
  15. Membangun relasi = membangun jembatan masa depan. So, lakukanlah dengan serius!

Share this article

Redaktur

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>