Jejaring media sosial saat ini, khususnya Twitter,  menjadi bagian kehidupan bermasyarakat dalam satu dekade belakangan ini. Tak pelak dunia bisnis dan yang berhubungan dengan itu, sudah menyadari kekuatan Twitter. Walhasil Twitter kemudian menjadi media promosi yang sangat efektif dan menyentuh langsung pada pribadi-pribadi dalam masyarakat.

Namun yang harus disadari bahwa Twitter adalah media sosial yang sifatnya pribadi. Jadi bila seorang tweeps merasa tweet yang terkirim padanya sangat mengganggu, dengan segera ia akan unfollow akun twitter itu. Tweet yang dianggap mengganggu adalah tweet ‘sampah’, bukan hanya isinya saja yang tidak penting, namun tidak memberikan manfaat apapun pada si tweeps.

Jadi utamanya isi twitter adalah memiliki kualitas yang baik, memberikan nilai manfaat bagi tweeps, bahkan mampu menginspirasi para follower-nya. Berikanlah twitter yang memberikan nilai bagi follower Anda, bukan twitter keseharian Anda. Sadarilah Anda bukan selebriti yang menarik banyak orang untuk digosipin. Twitter-twitter itu hanya ‘sampah’ dan membuat penuh timeline saja.

Membuat twitt yang inspiratif dan bermanfaat bagi follower sangatlah penting, malah menjadi sebuah keutamaan. Banyak follower yang bisa saja terinspirasi dan menarik pelajaran dari twitt yang kita kirimkan. Hanya saja, janganlah terlalu sering pula mengirimkan twitter-twitter seperti ini. Alih-alih memberikan manfaat dan kebaikan, malahan dianggap sampah. Akibatnya tujuan kebaikan kita tidak akan tercapai. Begitu juga dengan promosi produk atau jasa yang frekuensinya berlebihan akan membuat follower pergi menjauh.

Begitu juga dengan tata bahasanya harus diperhatikan, sebab ini berkaitan dengan kapasitas twitt yang ada. Pergunakanlah kata-kata yang baik, dan bila hendak menyingkat kata gunakanlah singkatan yang memang dikenal oleh masyarakat secara umum. Kemudian gunakanlah kalimat aktif dan langsung pada ide yang hendak disampaikan.

Jadi bila ingin mengirimkan twitt yang bermanfaat, ingatlah langkah-langkah ini;

  • Menambah follower adalah keinginan banyak tweeps, khususnya yang mempunyai tujuan tertentu. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menambah follower yang menyangkut soal kualitas tweet, isi timeline (TL) dan frekuensi nge-tweet.
  • Kualitas tweet harus menjadi perhatian pertama dan utama. Artinya tidak memberikan tweet ‘sampah’ yang tidak berkaitan langsung dengan follower.
  • Tweet ‘sampah’ yang tidak terkait langsung dengan follower dan bersifat lebay malah akan membuat follower unfollow.
  • Laporan kegiatan sama sekali tidak diperlukan. Jika Anda bukan artis, tidak terlalu dibutuhkan oleh follower, jadi harus dihindari. Follower tidak terlalu tertarik dengan kegiatan Anda –seperti sedang memasak, makan, salon, dan lain sebagainya, karena tidak ada manfaat pencerahan disana.
  • Jangan memberikan tanggapan terlalu sering jika tidak dianggap perlu agar TL follower tidak penuh dengan hal-hal tidak penting.
  • Isi TL Anda sebisa mungkin dirapikan, bebas dari ‘sampah’ dan Retweet (RT) yang tidak perlu. Promosi masih boleh asal tidak terlalu sering.
  • Calon follower biasanya akan mengintip biodata dan timeline Anda terlebih dahulu sebelum follow Anda. Tulis Biodata yang positif, bisa disertai dengan satu kalimat bijak untuk menarik simpati calon follower untuk melakukan follow.
  • Nama akun juga sangat penting! Nama akun bernuansa negatif biasanya kurang menarik perhatian calon follower.
  • Frekuensi nge-tweet juga menentukan jumlah follower baru yang akan follow, karena membaca tweet Anda yang di-RT orang lain.
  • Jarang nge-tweet bisa membuat akun Anda ‘mati suri’ hingga tidak ada yang tahu tentang Anda hingga tidak mungkin follow.
  • Terlalu sering nge-tweet juga tidak baik karena bisa memenuhi TL follower hingga tidak jarang banyak yang akhirnya unfollow.
  • Dalam jangka panjang, follower yang banyak bisa menghasilkan kebahagiaan batin dan juga materi jika dilakonin dengan serius dan fokus.

Share this article

Redaktur

2 comments on “Menjaring Follower, Jangan ‘Nyampah’

  1. arrow
    Ozna on said:

    Ada benarnya, tapi menurut saya tidak sepenuhnya benar.
    Banyak informasi yang lalu lalang di TL. kalo followingnya banyak. lalu lintas TL jadi tinggi, kalo twitt kita cuma sehari 1 mana bisa kebaca dan keliatan sama orang :-) satu2nya cara biar keliatan dan di follow banyak. ya..harus teriak sekenceng2nya dan sesering mungkin

    Quote this comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>