Mempresentasikan sebuah kesempatan bisnis tak sesulit yang dibayangkan, juga tak semudah yang dikatakan. Proses mendapatkan kata ‘ya’ dari calon investor menjadi begitu penting. Mendapatkan kata ‘ya’ itu yang kemudian kemudian dianggap momok bagi closer.
Ada berbagai trik yang digunakan untuk mendapatkan kata ‘ya’ itu. Mulai dari berusaha mati-matian meyakinkan calon investor, sampai yang menghalalkan segala cara. Bahkan ada yang pergi ke dukun top yang memiliki jampi-jampi yang mampu menarik orang.
Tak ada kata sulit bila tahu trik yang sebenarnya mendapatkan closing bagi seorang closer. Kunci utamanya adalah memanusiakan calon investor. Ini yang terkadang kerap terlupakan oleh para closer. Padahal calon investor itu bukan benda mati yang dengan mudahnya diatur. Ada tata krama yang harus dikedepankan sebelum memulai sebuah presentasi bisnis.
Bila Anda adalah Closer, coba perhatikan bila baru bertemu kemudian Anda sudah memulai presentasi bisnisnya. Ini tidak baik. Si calon investor akan memasang barikade pengamannya terlebih dahulu. Berbeda kalau si calon investor yang membuka pembicaraan untuk langsung masuk pada presentasi bisnis.
Bila Anda langsung melakukan serangan presentasi pada calon investor, sudah jelas ia akan merasa ada orang asing yang berniat mengutik-utik wilayah pribadinya. Meskipun ini adalah sebuah tantangan bagi closer, namun berusahalah melakukan sebuah presentasi bisnis dengan cara yang lebih sehat. Tempatkan diri Anda pada posisi calon investor Anda sebelum melakukan presentasi. Dengan demikian Anda sudah dapat membayangkan sampai sejauhmana skenario terbaik yang bisa dipakai.
Ada baiknya kita menyimak point-point berikut:
- Target sebuah presentasi atau promosi adalah closing. Dan yang melakukannya disebut closer. Seorang closer yang hebat memiliki karakter yang baik dan telah teruji kesuksesannya.
- Perlakukan setiap calon pembeli dengan hormat dan bersahabat agar mereka merasa dekat hingga mudah dirapatkan.
- ‘Jual diri’ Anda pertama kali, bukan produknya! Yakni dengan cara memberikan perhatian pada ucapan dan perilaku saat melayani mereka.
- Ciptakan kesan pertama yang baik, agar ada kelanjutan relasi bisnis dengan konsumen bersangkutan.
- Kesan pertama yang baik bisa dilakukan dengan menyebut nama saat menyapa, dan mendengarkannya. Serta membantunya dan melayaninya dengan sepenuh hati dan tulus.
- Jangan lupa bahwa konsumen adalah manusia, artinya mereka juga punya perasaan. Jagalah itu dengan bersikap santun.
- Atur diri dengan baik saat bertemu dengan konsumen: penampilan, materi promosi, waktu, dan hal lainnya yang berhubungan, agar semua berjalan profesional.
- Jangan pernah terlambat dalam memenuhi janji agar tidak ‘terbunuh’ sebelum berperang dengan konsumen.
- Ingatlah selalu bahwa hati konsumen adalah hati Anda. Perlakukanlah dengan hati dan berhati-hatilah agar tidak terluka.
- Berbicaralah dengan terbuka dan tulus, apa adanya dengan tatapan fokus agar konsumen merasa tenang dan nyaman.
- Jangan pernah membicarakan masalah keluarganya terutama pada saat pertama kali bertemu agar semuanya berjalan dengan cara profesional.
- Mencari informasi tentang calon konsumen yang akan ditemui menjadi nilai tambah sebagai pendorong kesuksesan closing dengannya.
- Pastikan produk atau jasa yang diminta oleh konsumen dapat diterima dalam waktu yang lebih cepat atau sesuai dengan kesepakatan saat closing dilakukan.



