Sukses adalah hak semua orang. Tak perduli tua, muda, golongan atas, bawah, laki-laki atau perempuan, semua berhak untuk menjadi sukses. Yang paling diidamkan adalah ketika usia masih muda tapi sudah mengecap sukses atas usaha yang dibuatnya.

Contoh yang paling nyata saat ini adalah Mark Zuckerberg dengan facebook-nya. Ia melihat peluang membuat aplikasi pertemanan antar rekan-rekannya di kampus menjadi bisnis internasional. Almarhum Steve Jobs berhasil membesarkan Apple sejak usianya muda, menjadi piranti komputer kelas satu. Kisah Thomas A. Edison, penemu lampu pijar dan Konosuke Matsushita, pendiri Panasonic adalah dua contoh pemuda antigalau pada jamannya.

Karakteristik orang muda yang membangun usahanya sendiri biasanya sangat trengginas. Ditambah lagi energi yang masih melimpah dalam diri mereka membuat langkah-langkahnya cepat di dalam berbisnis. Mereka mengerti peluang yang harus ditangkap dan mengolahnya menjadi keuntungan. Di samping itu mereka memiliki waktu yang sangat panjang. Jadi ketika kegagalan datang, mereka segera bangkit untuk berjalan kembali.

Mereka tidak mengenal kata ‘galau’. Kegalauan tak pernah bertahan berdampingan dengan orang-orang muda ini. Para orang muda ini sadar bahwa kegalauan hanyalah membuang-buang waktu, materi dan energi yang dapat dijadikan bahan bakar untuk terus melaju. Inilah yang membedakan dengan senior-seniornya yang cenderung sudah merasakan kenyamanan.

Perbedaan mendasar lainnya pada diri anak-anak muda ini adalah otak mereka yang tidak pernah berhenti berpikir. Ada saja bentuk-bentuk kreativitas yang terus bermunculan untuk memoles bisnis mereka menjadi kuat. Tak mengherankan bila pebisnis kuat biasanya memelihara anak-anak muda untuk memberikan darah segar bagi kehidupan perusahaannya. Strategi-strategi bisnis anak muda lebih memahami kebutuhan pasar yang ada. Sehingga kebutuhan tersebut dapat diakomodir dengan sebaik-baiknya.

Namun sebagai anak muda harus diakui bahwa jam terbang belum sebanyak senior-senior yang sudah mapan. Ada baiknya tetap menjadikan senior-senior itu sebagai mentor yang memiliki banyak kebajikan dan kebijakan yang dapat ditimba. Tetap rendah hati di depan senior menjadi salah satu kunci sukses mengembangkan bisnis lebih jauh dan luas lagi.

 

Patutlah diingat langkah-langkah berikut ini;

  • Sukses adalah tujuan hampir semua orang di dunia, apapun latar belakangnya. Bahkan anak-anak muda akan melakukanapapun untuk mencapai tujuannya itu.
  • Seiring perkembangan pengetahuan, teknologi dan informasi, tak pelak lagi bila kemudian dunia makin dihiasi oleh orang-orang sukses usia muda.
  • Orang yang sukses di usia muda umumnya memiliki kesamaan generik, yaitu berani, kreatif, antigalau dan tak henti terus mencoba.
  • Orang yang berani mencoba akan mendapatkan pengalaman yang membuatnya sukses atau gagal. Jika masih muda, berarti masih ada kesempatan untuk mencoba lagi jika mengalami kegagalan.
  • Para milyarder muda dunia telah melampaui fase ‘coba-coba’ yang akhirnya membuat mereka menjadi trendsetter.
  • Untuk dapat sukses di usia muda sangat diperlukan kreativitas, kemudian terobosan-terobosan baru yang akan memberikan celah sukses menjadi lebih besar dibandingkan yang konvensional.
  • Selain berani, kreatif, seorang pebisnis jika ingin sukses dalam usia muda haruslah antigalau. Artinya, jika gagal tidak galau tapi halaulah dengan mencoba lagi.
  • Kegagalan dalam mencoba adalah hal biasa, yang terpenting adalah bangkit dan mencoba lagi dengan CARA lain.
  • Tidak ada seorang pun dari para pebisnis muda sukses yang berhasil seperti yang terlihat saat ini, hanya dalam sekali percobaan.
  • Seseorang yang ingin sukses di usia muda, haruslah rendah hati agar bisa menyerap lebih banyak pengetahuan sukses dari pebisnis yang lebih senior.
  • Peluang yang datang harus segera disambar dan dicoba, jika tidak berhasil, ambil positifnya sebagai pengalaman.
  • Seseorang yang ingin sukses muda harus menghilangkan sikap sensitif, mudah tersinggung agar hati menjadi besar untuk meraih sukses yang besar pula.
  • Sukses di usia muda atau setelahnya tergantung keberanian Anda mengambil sikap untuk menerima tantangan bisnis baru.

 

Share this article

Redaktur

2 comments on “Muda, Trengginas, Anti Galau

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>