Banyak investor yang mengaku bahwa dirinya sudah melakukan transaksi pada indeks saham. Sayangnya mereka tidak pernah mengetahui apa itu sebenarnya indeks saham. Investor hanya mengetahui bahwa uang yang ditanamkan pada indeks saham dapat berkembang menghasilkan keuntungan.

Indeks dapat dipahami sebagai; nilai rata-rata dari saham-saham unggulan di suatu negara. Jadi indeks merupakan indikator dari pergerakan harga saham yang diwakilinya. Pada dasarnya indeks saham merupakan indikator saham saja yang tidak memiliki aset.

Bagaimana kemudian bisa dijadikan sebagai produk keuangan pada bursa berjangka? Oleh sebab itu untuk dapat diperdagangkan sebagai instrument maka indeks saham harus berbentuk kontrak yang memiliki kriteria. Kriteria yang dimaksudkan adalah seperti satuan unit (lot), nilai kontrak dan jangka waktu penyerahan. Karena kriteria tersebut maka indeks saham diperdagangkan di futures market atau kalau di Indonesia di Bursa Berjangka Jakarta.

Dari berbagai jenis indeks saham yang dikenal di dunia ada beberapa yang menjadi favorit para investor dan yang kerap ditawarkan oleh perusahaan pialang. Hampir di setiap negara memiliki indeks saham. Bahkan beberapa negara memiliki lebih dari satu indeks.

Indeks saham yang terkenal di Asia dan Amerika adalah:
1. Indeks Hangseng, Hongkong
Indeks Hangseng (HSI) adalah nilai rata-rata saham-saham unggulan yang ada di Hongkong. Indeks saham ini dihitung berdasarkan kapitalisasi di Hongkong. Indeks Hangseng pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 November 1969. Terdiri dari 45 perusahaan yang mewakili 67% Dari total kapital yang diperdagangkan di Hongkong. Hangseng indeks terdiri dari empat sektor utama yakni sektor finance, sektor utilities, sektor properti dan sektor industri.

Indeks saham Hangseng sangat populer bagi para investor di tanah air. Karena pergerakan harganya yang sangat fluktuatif dan memberikan keuntungan besar bagi investornya. Faktor lainnya adalah jam buka bursa Hangseng yang relatif sama dengan jam kerja di Indonesia –Jakarta, membuat indeks ini tak menemukan kesulitan untuk dipantau dan ‘bermain’ di dalamnya.

2. Indeks Nikkei 225, Jepang
Indeks Nikkei 225 adalah nilai rata-rata dari saham-saham unggulan yang ada di Bursa Saham Tokyo, Jepang. Indeks ini sudah dipublikasikan sejak tahun 1971. Indeks saham ini merupakan salah faktor yang menggerakkan mata uang Jepang yakni yen. Nikkei telah berperan sebagai indeks saham yang paling aktif dan diminati oleh para pelaku pasar internasional.

Indeks saham Nikkei ini termasuk yang favorit juga bagi para investor di Indonesia. Menjadi favorit karena karakter bursa ini yang lambat dan memberikan tingkat risiko yang lebih rendah ketimbang Hangseng. Para investor yang suka dengan model investasi jangka panjang, akan lebih memilih jenis indeks saham ini.

3. KOSPI, Korea
KOSPI adalah singkatan dari Korea Composite Stock Price Index, yang merupakan indeks saham gabungan dari seluruh perusahaan yang tercatat di bursa saham Korea. Kospi terdiri dari 200 perusahaan ternama. Indeks saham ini merupakan yang teraktif di Asia. Meskipun menjadi indeks teraktif di Asia. Namun untuk investor dalam negeri, indeks ini sedikit menarik perhatian. Salah satu kendala yang ada adalah sangat sedikitnya informasi yang membantu investor untuk membuat berbagai analisa.

4. Dow Jones Industrial Average (DJIA), Amerika Serikat
DJIA adalah salah satu indeks saham yang diciptakan oleh Jurnal WallStreet dan pendirinya, Charles Dow. DJIA merupakan indeks saham yang paling diminati dan paling populer di seluruh dunia. Indeks ini terdiri Dari 30 perusahaan Blue Chip papan atas dunia superti HP, Coca Cola, Johnson&Johnson dan lain-lain.

Sayangnya indeks saham ini di dalam negeri hanya dijadikan sebagai acuan. Sebab indeks saham ini tidak masuk dalam produk yang diperdagangkan dalam Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Jadi BBJ tidak pernah menawarkan produk DJIA dalam bursanya, jadi bisa dikatakan ilegal bila ada perusahaan pialang yang menawarkannya di dalam negeri. Kecuali memang berhubungan langsung dengan perusahaan pialang yang berada di luar negeri. Namun dengan risiko yang sangat tinggi, dana bisa saja diselewengkan. Alih-alih mendapatkan keuntungan, dana malah raib ke udara.

5. Standard & Poors 500 (simbol$SPX, INX atau >GSPC)
S&P adalah indeks saham yang lebih luas cakupannya. Indeks saham ini terdiri dari 500 perusahaan besar di Amerika Serikat. Beberapa pelaku pasar lebih memilih S&P daripada Dow Jones karena dianggap memiliki likuiditas yang lebih tinggi dan lebih fluktuatif.

6. NASDAQ – 100, U.S
Indeks saham NASDAQ (simbol $IXIC atau COMPX) juga merupakan salah satu indeks yang populer secara internasional. Indeks saham ini terdiri dari 100 perusahaan yang terdaftar di dalamnya. Nasdaq juga dikenal sebagai indeks teknologi. Karena sebagian besar yang terdaftar pada Nasdaq merupakan saham perusahaan teknologi.

Share this article

Aiyra Viendhar

One comment on “Paham Laba, Lupa Indeks Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>