Berapa banyak di antara kita yang berusaha untuk membangun bisnis. Pasti banyak! Berapa banyak yang kemudian mengalami kegagalan? Pasti banyak pula! Kemudian berapa banyak di antara kita yang bangkit dan membangun kembali bisnis yang berantakan itu? Pastinya tidak banyak!
Harus diakui bahwa kebanyakan dari kita trauma untuk kembali lagi membangun bisnis yang gagal. Trauma sendiri didefinisikan sebagai ‘keadaan jiwa atau tingkah laku yang tidak normal sebagai akibat dari tekanan jiwa atau cidera jasmani’. Masih ingat dengan artikel ‘Mari Gagal Bersama’ di situs ini? Orang pada umumnya mendapatkan didikan dari kecil –baik di lingkungan keluarga maupun sekolah, tak mengenal arti kegagalan. Semuanya harus berhasil, semuanya harus gemilang dan semuanya harus menunjukan prestasi. Padahal tidak seperti itu, gagal bukan berarti dunia runtuh menimpa kita.
Ada baiknya bila dalam kali pertama membangun bisnis ternyata gagal, wajar saja, namanya juga orang baru pertama kali terjun ke dunia bisnis. Kegagalan seperti itu bukan untuk diratapi yang berujung pada trauma. Daripada energinya dibuat hanya untuk merengek-rengek, lebih baik dijadikan sebagai tenaga untuk menganalisa dan mengevaluasi kegagalan itu. Jangan membuat kegagalan ini sebagai trauma yang tak terobati. Segera bangkit dan membangun kembali!
Berikut yang harus kita sadari agar tidak menjadi trauma dalam berbisnis:
- Trauma merupakan keadaan jiwa atau tingkah laku yang tidak normal sebagai akibat dari tekanan jiwa atau cedera jasmani.
- Ada sebagian orang yang trauma akibat gagal bisnis pertama hingga tidak berani mencoba lagi. Keluarlah dari kelompok ini.
- Gagal bisnis pertama sesungguhnya tidak perlu dijadikan pengalaman traumatik karena ini adalah hal yang wajar saja.
- Setiap orang pernah gagal, dalam bisnis maupun hidup dan orang yang memiliki semangat akan mengambil manfaat darinya.
- Kegagalan bisnis pertama seharusnya menjadi bahan pembelajaran agar tidak terulang dikali kedua.
- Penyebab kegagalan pada bisnis pertama bisa menjadi batu loncatan sepanjang diketahui sumbernya.
- Sumber kegagalan bisa menjadi inspirasi untuk meneruskan bisnis tersebut dengan cara yang baru. Apalagi jika memang bisnis itu menjanjikan, gunakan kegagalan pertama sebagai sumber inspirasi untuk yang kedua.
- Ubah cara dan strategi saat mengulang bisnis yang gagal itu agar ada hasil yg berbeda.
- Dengan cara dan teknik berbeda hasil yang didapat pasti menambah kekayaan pengalaman bisnis.
- Jika cara dan teknik kedua masih gagal, masih ada kesempatan ketiga, dan seterusnya untuk mencoba. Yang penting semangat jangan pernah kendur dan melembek.
- Bukankah Thomas A. Edison gagal 9999 kali hanya untuk menciptakan satu lampu pijar?
- Bukankah Colonel Sanders gagal 1000-an kali saat menjual sepotong ayam goreng pada jamannya?
- Para penemu dunia semua pernah gagal ketika mencoba usaha pertama mereka.
- Pebisnis sejati tidak akan pernah menyerah saat ia gagal karena ia tahu tindakan itu menunjukkan hidup yang gagal.







This Blog was most helpful, your ideas are straight to the point, and the colors are cool too.
Back pain reliefQuote this comment