S&P 500 sudah ada sejak tahun 1957 yang terdiri dari 500 saham dari perusahaan-perusahaan besar Amerika yang diperdagangkan pada bursa di Amerika. Saham-saham ini dapat ditemukan pada bursa saham besar, seperti NYSE Eureonext dan NASDAQ OMX. Indeks ini fokus pada perusahaan-perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat. Jadi hanya perusahaan-perusahaan yang berada di Amerika saja yang diperbolehkan masuk pada indeks ini. Jika ada sebuah perusahaan kemudian memindahkan basisnya ke luar, maka akan segera digantikan dengan perusahaan lain yang memiliki kompetensi yang dipersyaratakan. Seperti yang terjadi pada Transocean yang langsung dihapuskan dari indeks ini ketika pindah ke Swiss di tahun 2008.

S&P 500 ini berada di bawah Dow Jones Industrial Average (DJIA), meskipun demikian indeks ini termasuk yang diperhatikan oleh para trader. S&P 500 ini termasuk sebagai indikator perekonomian Amerika. Ini membuat S&P 500 menjadi salah satu dari Leading Indicators pula. Umumnya mutual funds, exchange-traded fund atau bentuk pendanaan lainnya, dibuat dengan merujuk pada performa dalam indeks S&P 500. Jutaan dolar Amerika sudah ditanamkan dalam indeks tersebut.

sp500

Indeks S&P 500 ini dimiliki dan dikelola oleh Standard and Poor’s yang berada dalam bendera McGraw-Hill. S&P 500 tak melulu terhubung dengan indeks saja, melainkan performa dari 500 perusahaan yang melepaskan sahamnya di bursa saham termasuk indeks.

Standard & Poor’s diperkenalkan sebagai indeks pertama kali di tahun 1923. Pertama kali dikenal sebagai S&P 90 yang merupakan indeks pasar saham harian. Namanya S&P 90 berarti menunjukan jumlah saham yang menjadi komponennya yang berjumlah 90 saham. Pada waktu itu Standard & Poor’s juga membuat indeks mingguan dari 423 perusahaan. Baru pada 4 Maret 1957, kemudian indeks ini menjadi S&P 500 hingga saat ini terus seperti itu. Kemudian dengan berkembangnya teknologi komputer membuat indeks ini juga berkembang dengan kalkulasi dan penyebarannya secara real time. Indeks S&P 500 merupakan pengukuran secara umum harga saham, termasuk di dalamnya adalah saham yang berkembang pesat atau yang tertidur.

Indeks S&P 500 mencapai angka tertinggi perdagangannya pada 24 Maret 2000 yakni 1.552,87 selama booming dot-com. Kemudian jatuh sekitar 50 persen dalam waktu dua tahun ke depan, nilai terendah di bawah 800 poin pada Juli 2002. Berakhir? Ternyata belum angka itu masih terus merosot hingga 768,63 pada 10 Oktober 2002. Namun angka tersebut kembali merangkak naik hingga 1.530,23 pda 30 Mei 2007. Bahkan terus naik mencapai 1.565,15 pada 9 Oktober 2007.

Pada akhir 2008 sampai awal tahun 2009, merupakan masa sulit bagi perekonomian di Amerika, jelas ini memberikan dampak berat pula pada indeks S&P 500. Ini merupakan rangkaian krisis yang terjadi pada pertengahan tahun 2007, dari masalah kredit merambat ke sektor keuangan lainnya. Pada akhir tahun 2008, indeks ini hanya mencapai angka tertinggi di tahun 1929, kemudian merosot melewati angka terendah di tahun 1997. Meskipun ada tindakan-tindakan penyelamatan pada waktu itu, namun indeks ini masih tertinggal sekitar 45,5 persen dari angka terbaik di tahun itu. Prosentase di tahun tersebut menurut para pakar keuangan mendekati kejadian Great Depression di tahun 1930-an, bayangkan indeks S&P 500 hanya mencapai 676,53 poin. Mendekati akhir tahun 2008, indeks mendapatkan perbaikan dan bercokol pada angka 1.115,10. Meskipun angka tersebut belum menunjukan perbaikan, namun sudah dianggap ada geliat perbaikan dari pasar keuangan.

Komponen-komponen yang ada dalam S&P 500 dipilih berdasarkan pemilihan sebuah panitia. Pemilihan komponen ini sama dengan Dow 30, namun berbeda dengan yang lainnya, karena persyaratan basis perusahaan di Amerika Serikat. Indeks S&P 500 sejak 15 September 2009 memasukan lima perusahaan yang tidak berbasis di Amerika Serikat. Kelompok perusahaan ini adalah perusahaan yang pernah atau belum pernah berbasis di Amerika Serikat. Panitia pemilihan tersebut memilih perusahaan-perusahaan sebagai perwakilan dari industri yang ada dalam perekonomian Amerika Serikat. Panitia ini tidak memilih perusahaan yang tidak go public, juga perusahaan yang memiliki likuiditas sangat tinggi. Seperti saham kelas A Berkshire Hathaway yang kapitalnya melebihi jumlah semua harga saham perusahaan yang ada pada S&P 500. Kecuali saham kelas B Berkshire Hathaway yang kemudian dimasukan untuk menggantikan BNSF Railway.

Share this article

Bisnis Indeks

Konsultasi dan Solusi seputar, Profit dan loss, Strategi marketing, Kepemimpinan, Pembentukan team, Planing, Presentasi, Motivasi dan Transparansi bisnis . http://www.bisnisindeks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>